laman

Minggu, 16 Januari 2011

kebaikan dan massa lalu

Kisah masa lalu yang mengesankan akan sangat sulit untuk dilupakan. Buktinya, tanpa sadar terkadang sering kali mengingat-ingingat kejadian tersebut dalam lamunan. Hmm ah masa lalu...!! Dalam romantika kehidupan, masa lalu seringkali menjadi inspirasi untuk melangkah kearah yang lebih baik. Melangkah untuk lebih sempurna. Kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat akan muncul menyinari gelapnya langkah hidup. Dan disanalah tempat untuk mencari inspirasi itu demi kebaikan yang akan diterjemahkan oleh perbuatan.

Indahnya masa lalu, terkadang membuat lalai. Lalai dari tugas yang seharusnya berSEGERA untuk dilaksanakan. Terkadang pula, Ia menuntun si empunya meraih mimpi atas sikapnya yang bercermin dari keindahan masa lalu. Mereka belajar mengungkit pelajaran yang diberikan oleh indahnya itu. Sehingga mimpi yang dirajut dapat tercapai dengan kindahan dan kebahagiaan yang selalu bersama dibelakangnya. Lantas...? Apa yang membuat lalai dengan tugas yang dianugrahkan-Nya. Tugas yang seharusnya dilaksakan Tepat pada waktunya! tugas yang seharusnya dilaksanakan Sempurna perbuatannya! tugas yang dijanjikan akan menjauhkan dari penderitaan dan kesengsaraan.

Sebaliknya, Tentang keburukan masa lalu. Tidak semua pula setiap keburukan masa lalu membuat dekat dengan-Nya. Adakalanya malah bertambah jauh dari keharibaan-Nya. Sunnguh celaka! Apabila yang demikian belum menyatakan Taubat sebelum ajal datang menjeput ruh kehidupannya. Adapun mereka yang belajar dari keburukan masa lalu selalu dan selalu menyempurnakan perbuatannya. Memohon, meminta untuk bisa berbuat kebaikan terus dan melepaskan diri agar terhindar dari kegiatan masa lalu. Bila demikia, sungguh kenikmatanlah yang akan menghampirinya.

Soekarno pernah bilang : “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno). Perlu ditekanan bahwa, ada banyak pelajaran yang diberikan dari masa lalu. Kejadian buruk atau kejadian yang menyenangkan adalah cermin untuk menjadi lebih dewasa. Membangun kedewasaan membutuhkan suatu proses dan waktu. Sehingga, dfari berbagai kejadian yang pernah menimpa tersebut. Mari kita jadikan sebagai guru kehidupan. Walaupun ia memberitahu informasinya setelah mengerjakan keburukan. Tetapi, ia memberikan spirit untuk bangkit dan mulia melebihi mereka yang berbuat kebaikan diawal..

Sebuah do'a dari Om Mario teguh :
Untuk yang ingin mengulangi dari awal yang segar, marilah kita berdoa

Tuhanku Yang Maha Pengampun,

Aku yang sangat menyesal ini
mohon maaf atas kesalahan dan dosaku

Tiada niat hatiku untuk melukai
keindahan kasih sayang Mu kepadaku.

Ijinkanlah aku datang dan
mendekat kepada Mu

Ijinkanlah aku memulai lagi
dengan hati yang lebih berserah

Tuhan, peliharalah hatiku,
jagalah aku dekat-dekat dalam kasih Mu

Aamiin

Kesudahan akhir dari hidup, Kita semua selalu mengharpakan yang terbaik. Khusnul Khatimah itulah namanya. Semoga kita mampu menerjemahkan berbagai kejadian yang menimpa . Kemaksiatan atau kebaikan yang kita buat, sesungguhnya memberikan pelajaran bagi kita. Untuk melangkah menjadi lebih baik...Ayoo Cintai kebaikan walau hanya dengan membuang sebuah jarum dijalan. Karena, Allah bersama orang-orang yang selalu berbuat kebaikan. By : Yayan Andriyana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar