laman

Jumat, 23 September 2011

Mengapa Kami Berada di Jalan Dakwah?

Seakan tak ada waktu satu detikpun untuk meninggalkan jalan tersebut. Setelah sekian lama mengembara, berjalan, menapaki jalan Dakwah, pertanyaan seperti itu selalu penting untuk kami renungi.

Tentu banyak sekali uraian alasan terhadap pertanyaan ini. Kenapa Jalan Dakwah seolah menjadi pilihan jalan kami yang utama?. Sesungguhnya Jalan Dakwah adalah kebutuhan kami
sendiri. Rasa kebutuhan yang melebihi sekedar merasakan bahwa jalan ini merupakan kewajiban kami. Bahkan lebih dari sekedar kebutuhan, karena kami melangkah di jalan ini merupakan bagian dari rasa syukur kami atas hidayah ALLOH kepada kami.

Jalana Dakwah, telah mengajarkan bahwa kami memang membutuhkan Dakwah. Lalu kebersamaan dengan al-akh saudara kami di jalan ini, semakin menegaskan bahwa kami harus hidup bersama mereka di jalan ini agar berhasil dalam kehidupan, baik di dunia terlabih lagi di akhirat.

Kami semakin mendalami pesan Rosululloh SAW, “Barangsiapa mengajak kepada petunjuk ALLOH, maka ia akan mendapat pahala yang sama seperti jumlah pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka” (HR Muslim).

Ada banyak orang-orang mulia, kaum muslimin para pendahulu kami yang telah menuai pahala begitu banyak karena asbab mereka kami mengenal Islam secara “utuh” dan telah mengantarkan kami mengimani agama ini. Ada banyak para pendahulu kami di Jalan Dakwah yang memperoleh nilai pahala besar kerena upaya mereka membimbing kami untuk melangkah di jalan ini.

Kami ingin seperti para pendulu kami di jalan ini yang telah banyak memperoleh keridhaan ALLOH karena peran-peran dakwah-nya. Dan karena itulah, kami memang sangat membutuhkan jalan ini, sebagai penyangga kebahagiaan dunia dan akhirat. Tak ada mahluk ALLOH yang mendapatkan dukungan Do’a dari seluruh mahluk-Nya, kecuali mereka yang menguapayakan kebabaikan dan berdakwah. Rosululloh SAW bersabda “Sesungguhnya ALLOH, para Malaikat, semut yang di dalam lubangnya, bahkan ikan yang ada di lautan akan berdo’a untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” (HR. Tirmidzi).

Alasan lain adalah karena Dakwah akan menjadi penghalang turunnya azab ALLOH, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an “Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa [QS Al-A'raf 165]

Inilah yang disabdakan Rasululloh SAW tatkala Zainab ra. bertanya, “Apakah kita akan diazab oleh ALLOH, sedangkan di antara kita ada orang-orang Sholih?”, Rasululloh menjawab, “Ya, jika keburukan itu sudah mendominasi” (Muttafaq ‘alaihi).

Kami berharap agar keberadaan kami di Jalan Dakwah ini, merupakan salah satu langkah menyelamatkan diri sendiri dan manusia dari azab ALLOH. Bukan hanya azab yang berupa musibah, TAPI termasuk azab ALLOH berupa keterhinaan, kerendahan izzah, hingga keterjajahan umat Islam di dunia ini.

Adakah orang-orang yang akan bergabung bersama kami menempuh Jalan ini????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar