laman

Jumat, 09 September 2011

SMS Merah Muda (Paan Sie???)

Tetap istiqomah, Ukhti. Selamat berjuang. Semoga Alloh menyertai anti………
Sender : Ikhwan +08576845xxxx

Senyum itu timbul dari cakrawalanya dengan malu-malu. Serasa ada hangat menyelusup dadadan membuat jantung berdegup lebih cepat. Otaknya pun sekejap bertanya : “ada apa? Sungguh, bukan apa-apa. Aku hanya senang karena ada saudara yang menyemangatiku. “ si akhwat menyangkal hatinya cepat-cepat. Dan ia bergegas meninggalkan kamarnya, ada dauroh. Ia berlari sambil membawa sekeping rasa bahagia membaca sms tadi yang sebagian besar bukan karena isinya, melainkan karena nama pengirimnya…….

Ana lagi di bundaran U, ukhti. Do’akan kami bisa memperjuangkan ini…….
Sender : ikhwan +08576845xxxx

“untuk apa dia memberitahukan ini padaku. Bukankah banyak ikhwan atau akhwat yang lain?” nada protes bergema di benaknya. Tapi di suatu tempat, entah di mana ada derak-derik berhembus. Derak samar bangga menjadi perempuan yang terpilih di-SMS-nya.

Ukhti, selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalalni lebih memberi arti…….
Sender Ikhwan : 08576845xxxx

‘Dia!” Semburat pagi jingga jadi lebih indah berlipat kali. Senyumnya mengembang lagi. Dan bunga-binga itu mekarlah pila..

Cerita tersebut selurik gerak hati seorang akhwat di negeri entah berantah yang sangat dekat dengan kita. Gerak hati yang mungkin pernah bersemayam di dada kita juga. Bisa Jadi menganguk-nganguk tertawa keci atau berceletuk pelan, “Seperti au nih,” saat membacanya. Hayo! Ngaku hehehehehe

Mari kita cerati fragmen terakhir dari cerita tdi. Kalimat SMS keduanya persis sama, yang intinya mengucapkan dan mendo’akan atas hari lahir (mungkin mencontek dari sumber yang sama hehehe). SMS sama tapi berhasil menimbulkan rasa yang jelas berbeda. Karena memang ternyata lebih berarti bagi si akhwat adalah pengirimnya, bukan apa yang dikataknnya. Namun sebenarnya, apakah Alloh membedakan do’a laki-laki dan perempuan? Mengapa jadi lebih bahagia saat si Gagah yang mendo’akan? Semoga selain menganguk-nganguk dan tertawa kecil, kita juga berani memandang dari sudut pandang orang ketiga. Dengan memandang tanpa melibatkan rasa (atau nafsu?) kita bisa berfikir dengan cita rasa lebih bermakna.

Konon, cerita tadi terus berlanjut…………..

Suatu hari yang cerah, sang akhwat mendapat kiriman dari si ikhwan itu. Sebuah kartu biru yang sangat cantik. Tapi sayang, isinya tidak secantik itu. Menghancurkan hati akhwat menjadi berkeping-keping tak berbentuk lagi. Kartu biru itu adalah kartu undangan pernikahan si ikhwan. Dengan akhwat lain, tentu saja! berbagai tanya ditelannya. “Mengapa dia menikah dengan akhwat lain? Bukankah dia sering mengirim SMS padaku? Bukankah dia sering miss-call ku untk qiyamullail? Bukankah dia ingat hari lahirku? Bukankah dia suka padaku? Mengapa? Mengapa???” dan air mata berjatuhan di atas bantaal yang diam.

Teman, jangan bilang, yaa!!! Dia hany tidak tahu, ikhwan itu juga mengirim SMS, miss-call, mengucap selamat hari lahir dan bersikap yang sma ke berpuluh akhwat lainnya!!! Ironis. Sedih, tspi menggelikan, menggelikan tapi menyedihkan. Sekarang siapa yang bisa disalahkan? Akhwat memang seyogyanya menyadari dari awal, SMS-SMS yang terasa indah itu bukan tanda ikatan yang mempunyai kekuatan apa-apa. Siapa yang menjamin bahwa ikhwan itu ingin menikahinya?. Bila ia berharap, maka harapkanlah yang akan menyuarakan penderitaan itu lebih nyaring. Tetapi para ikhwan juga tak bisa lari dari tanggungjawab ini. Weallahualam apapun niatnya, semurni apapun itu, ingatlah, SMS melibatkan dua orang, pengirim dan penerima. Putih si pengirim, tak menjamin putihnya si penerima. Bisa jadi ia akan berwarna merah muda..
Mera muda di suatu tempat di hati atau menjadi rona di pipi yang tak bisa disembunyikan di depan Alloah…..

Bagi perempuan, SMS-SMS dan bentuk perhatian sejenis dari laki-laki bisa menimbulkan rasa yang sama bentuknya dengan senyuman,kedipan menggoda, dan daya tarik fisik perempuan lainya bagi laki-laki. Menimbulkan sensasi yang sama. Ketika perempuan bertanya berbagai masalah pribadinya padamu, seringkali bukan solusi yang dicari utamanya. Melainkan dirimu. Ya, sebenarnya perempuan ingin tahu pendapatmu tentang dia, apakah dirimu memperhatikannya, bagaimana caramu memandang dirina. Dirimu, dirimu, dan dirimu!!! Dan “ kaum hawa”-sayangnya juga memiliki percaya diri yang berlebihan, atau bisa di bahasakan lain dengan mudah yaitu GE-Er jadi, tolong hati-hati dengan perhatianmu itu..paling menyedihkan saat ada seorang aktivis yang tiba-tiba berkembang gerak dakwahnya atau semangat qiyamullailnya karena terkait satu nama. Naudzubillah tsumm naudzubillah. Ketika kita menyanding niat tidak karena Alloh semata, maka apalah harganya!!! Apa harganya berpeluh payah bukan karena Dia, tapi karena dia.
Seseorang yang sama sekali bukan apa-apa, lemah seperti manusia lainnya…..

Laki-laki dan wanita diciptakan berbeda bukan saling memusuhi, bukan juga saling bercampur tak bertepi, tapi semestinya saling menjaga diri. Secara fisik, emosional, atau kedua-duanya. SMS tampak aman dari pandangan orang lain, hubungan itu tak terlihat mata. Tapi wahai saudaraku, sesungguhnya syetan semakin menyuikainya. Mereka berbaris diantara dua handphone itu. Maka dimanapun mereka berada, syetan tetaplah musuh yang nyata!!! Wahai akhwat. Bila engkau menginginkan SMS-SMS itu, tengoklah inbox-mu. Bukankah disana tersusun dengan manis SMS-SMS dari saudaramu? Saudari-saudarimu yang dengan begitu banyak aktivitas, amanah, kelelahan, dan kesedihan yang sangat memerlukan perhatianmu. Juga begitu banyak teman-teman mu yang belum mengenal islam menunggu engkau membawakan SMS-SMS cahaya untuk mereka…

Ada saatnya…. Ya, ada saatnya nanti handphone kita dihiasi SMS-SMS romantis. SMS-SMS yang walaupun hurufnya berwarna hitam semua, tapi tetap bernadakan merah muda. Untuk seseorang dan dari seseorang yang sudah dihalalkan kita berbagi hidup, dan segala kata cinta di alam semesta.
Cinta yang bermuara pada penciptaNya. Cinta dalam cinta
Besabarlah untuk itu……

“Ummi, abi ngisi ta’lim di kampus pelangi. Di depan abi ada beribu bidadari-bidadari berjilbab rapi, tapi tak ada yang secantik bidadariku di istana baiti jannati. Miss yu my sweety”

“Abi, yang teguh ya, pangeranku, rumah ini terasa gersang tanpa teduh wajahmu.. luv yaa”

Ya, hanya untuk dia kita tulis the Pinkest Short Massage services.. SMS-SMS paliiiing merah muda.. hehehe

arsip : Al-Kahfi SMANDA KOBUM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar