Ditulis Oleh: Anne Ahira
Yayan, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian, karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan. 'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa menjadi masalah besar bagi sebagian orang!
Apakah Yayan termasuk yang demikian? :-)
Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran, sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!
Kesendirian bisa memiliki dua makna...
Minggu, 16 Oktober 2011
Jumat, 23 September 2011
Dakwah adalah CINTA
Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan
meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun
tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai.
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.
Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.
Dan
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.
Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.
Dan
Ketika Hati Jauh Dari-Nya
Bismillahirrahmaanirrahiim,
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabb-mu, karena kamu sesungguhnya berada dalam penglihatan Kami". (QS. Thuur : 48)
Rasulullah Shalallohu'alaihi wasallam bersabda:
"Tidaklah suatu musibah yang menimpa seorang muslim, baik berupa keletihan, sakit, gundah gulana, kesedihan, siksaan, kegelisahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan dengannya Allah akan mengampuni dosa-dosanya." (Muttafaqun 'alaih)
Umar bin Abdul Aziz berkata:
"Tidaklah Allah memberikan suatu kenikmatan kpd seorang hamba, lalu dicabut-Nya kenikmatan tersebut darinya dan dia ganti dengan kesabaran, melainkan apa-apa yg telah Allah ganti lebih baik dari apa-apa yg telah dicabut dari-Nya."
Sahabat..
Sebagai manusia tentu kita tak akan lepas dari ujian demi ujian. Di dalam kitab Imam Bukhari terdapat satu bab mengenai Iman itu bisa bertambah dan berkurang, Maka ia bertambah dengan amal shalih, dan berkurang dengan perbuatan maksiat.
Tentu
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabb-mu, karena kamu sesungguhnya berada dalam penglihatan Kami". (QS. Thuur : 48)
Rasulullah Shalallohu'alaihi wasallam bersabda:
"Tidaklah suatu musibah yang menimpa seorang muslim, baik berupa keletihan, sakit, gundah gulana, kesedihan, siksaan, kegelisahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan dengannya Allah akan mengampuni dosa-dosanya." (Muttafaqun 'alaih)
Umar bin Abdul Aziz berkata:
"Tidaklah Allah memberikan suatu kenikmatan kpd seorang hamba, lalu dicabut-Nya kenikmatan tersebut darinya dan dia ganti dengan kesabaran, melainkan apa-apa yg telah Allah ganti lebih baik dari apa-apa yg telah dicabut dari-Nya."
Sahabat..
Sebagai manusia tentu kita tak akan lepas dari ujian demi ujian. Di dalam kitab Imam Bukhari terdapat satu bab mengenai Iman itu bisa bertambah dan berkurang, Maka ia bertambah dengan amal shalih, dan berkurang dengan perbuatan maksiat.
Tentu
Mengapa Kami Berada di Jalan Dakwah?
Seakan tak ada waktu satu detikpun untuk meninggalkan jalan tersebut. Setelah sekian lama mengembara, berjalan, menapaki jalan Dakwah, pertanyaan seperti itu selalu penting untuk kami renungi.
Tentu banyak sekali uraian alasan terhadap pertanyaan ini. Kenapa Jalan Dakwah seolah menjadi pilihan jalan kami yang utama?. Sesungguhnya Jalan Dakwah adalah kebutuhan kami
Tentu banyak sekali uraian alasan terhadap pertanyaan ini. Kenapa Jalan Dakwah seolah menjadi pilihan jalan kami yang utama?. Sesungguhnya Jalan Dakwah adalah kebutuhan kami
Jumat, 09 September 2011
SMS Merah Muda (Paan Sie???)
Tetap istiqomah, Ukhti. Selamat berjuang. Semoga Alloh menyertai anti………
Sender : Ikhwan +08576845xxxx
Senyum itu timbul dari cakrawalanya dengan malu-malu. Serasa ada hangat menyelusup dadadan membuat jantung berdegup lebih cepat. Otaknya pun sekejap bertanya : “ada apa? Sungguh, bukan apa-apa. Aku hanya senang karena ada saudara yang menyemangatiku. “ si akhwat menyangkal hatinya cepat-cepat. Dan ia bergegas meninggalkan kamarnya, ada dauroh. Ia berlari sambil membawa sekeping rasa bahagia membaca sms tadi yang sebagian besar bukan karena isinya, melainkan karena nama pengirimnya…….
Ana lagi di bundaran U, ukhti. Do’akan kami bisa memperjuangkan ini…….
Sender : ikhwan +08576845xxxx
“untuk apa dia memberitahukan ini
Sender : Ikhwan +08576845xxxx
Senyum itu timbul dari cakrawalanya dengan malu-malu. Serasa ada hangat menyelusup dadadan membuat jantung berdegup lebih cepat. Otaknya pun sekejap bertanya : “ada apa? Sungguh, bukan apa-apa. Aku hanya senang karena ada saudara yang menyemangatiku. “ si akhwat menyangkal hatinya cepat-cepat. Dan ia bergegas meninggalkan kamarnya, ada dauroh. Ia berlari sambil membawa sekeping rasa bahagia membaca sms tadi yang sebagian besar bukan karena isinya, melainkan karena nama pengirimnya…….
Ana lagi di bundaran U, ukhti. Do’akan kami bisa memperjuangkan ini…….
Sender : ikhwan +08576845xxxx
“untuk apa dia memberitahukan ini
Senin, 25 Juli 2011
Ukhty Hapuslah Air Mata di Pipi
Yaa Rabbi
Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum Amiin ya Rabbal'alamin.
Kegelisahan, kedukaan dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan. Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada. Jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta isinya, bertanya, dimanakah pasangan jiwa berada. Lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.
Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah? Semua itu hadir tanpa
Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum Amiin ya Rabbal'alamin.
Kegelisahan, kedukaan dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan. Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada. Jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta isinya, bertanya, dimanakah pasangan jiwa berada. Lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.
Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah? Semua itu hadir tanpa
Minggu, 17 Juli 2011
Wahai yang melumpuhkan hatiku
ANA UHIBUKKA LADZI AHBABTANI LAHUU
Yaa Rabbi
Yaa Rabbi
Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamiin
Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.
Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku
Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.
Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku
Langganan:
Postingan (Atom)