Anda punya permainan monopoli di rumah atau maniak monopoli. Permainan itu kini memiliki saingan baru. Bila monopoli mengajarkan kita untuk kaya, kaya, dan kaya. Siapa bermodal besar, maka akan berpenghasilan besar. Barang siapa miskin, maka akan kesulitan mendapatkan kekayaan. Saya bisa katakan kalau monopoli adalah permainan kaum kapitalis.Pesaing baru monopoli, adalah ZAKATI. Zakati adalah sebuah permainan anak anak-anak usia 11 – 18 tahun, yang dirancang agar dapat merangsang tumbuh berkembangnya kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Konsep permainan ini adalah setiap pemain agar gigih berusaha untuk memiliki usaha sebanyak-banyaknya dan memiliki penghasilan yang besar agar dapat memperbanyak shodaqoh, infak dan zakat. Para pemain dituntut kemampuannya mengatur finansial dalam bertransaksi untuk memiliki usaha, menyewakan, menjual, dan bershodaqoh. Yang pada akhirnya menjadi pengusaha yang dermawan.
Jauh berbeda dengan monopoli, Zakati mengajarkan kita untuk memperbesar shodaqoh, Infak, dan zakat. Siapa pemain yang punya harta paling banyak, maka dia akan punya kewajiban berzakat lebih besar. Di monopoli, pemenang adalah yang bisa membuat miskin lawan mainnya, di Zakati pemenang adalah pemain yang berzakat paling besar, dan mensejahterakan pemain lain.
Anda penasaran??